Saturday, January 5, 2013

Hakikat Tanggung Jawab

Setiap manusia adalah pemimpin dan pemimpin diminta pertanggung jawabannya. Tanggung jawab secara bahasa terdiri dari dua kosa kata, tanggung dan jawab. Pada kosa kata tanggung mempunyai konotasi memberikan sebagian dari poetensi yang dimiliki kepada sesuatu untuk kemaslahatan yang lebih luas, atau menunaikan kewajiban yang telah diembankan. Sedangkan pada kosa kata jawab artinya memberikan penjelasan untuk memuaskan pihak tertentu yang meminta keterangan dari beban yang telah diberikannya. Dedy Mulyana, secara faktual mengartikan tanggung jawab mencakup unsur pemenuhan tugas dan kewajiban. Lebih lanjut ia menjelaskan tugas dan kewajiban dipertanggung jawabkan kepada individu dan kelompok lain, juga dipertanggung jawabkan ketika dinilai menurut standar yang disepakati, dan dapat dipertanggung jawabkan menurut hati nurani (concience).


Konteks tanggung jawab mencakup komponen, yang bertanggung jawab, yang menerima tanggung jawab dan yang menolak tanggung jawab serta perhihal yang dipertanggung jawabkan. Dalam sebuah perusahaan bisnis, Cisi Word membagi tanggung jawab menjadi dua pihak, atasan dan bawahan. Atasan bertanggung jawab memberikan finansial kepada para staf yang bekerja. Bawahan bertanggung jawab terhadap atasan atas semua pekerjaan yang ia lakukan. Tanggung jawab di atas di tekankan kepada kecendrungan psikologis individu untuk mengerjakan tugas, tetapi dalam konteks management organisasi Stepen Robin mengartikan tanggung jawab adalah tuntutan untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Tugas yang diberikan berbarengan dengan pendelegasian wewenang.
http://mayyoli.blogspot.com/ 

Dalam paradigma management, tanggung jawab merupakan tuntutan dan kerelaan. Tuntutan, berupa perintah untuk menunaikan seperangkat tugas. Kerelaan, menerima untuk melakukan secara tulus perintah yang diberikan kepadanya. Tuntutan dan kerelaan secara bergantian datang dari atas dan dari bawah, bawahan juga akan dapat menuntut finansialnya, atas pekerjaan yang telah ia lakukan, dan atasan juga secara sukarela memberikan finansial karyawan yang telah bekerja. Siklus kerelaan dantuntutan inilah wilayah tanggung jawab dalam sebuah management.

Para ahli psikologi banyak meneliti tanggung jawab, dari hasil penelitian itu, pada umumnya mereka menyimpulkan tanggung jawab merupakan sebuah konsekuensi dari keberadaan seorang individu di tengah kelompok dan di tengah melaksanakan tugas. James Hasset mengatakan dalam suasana tegang, darurat, masing-masing personal yang tergabung mempunyai rentangan tanggung jawab yang berbeda, tanggung jawab umum diembankan kepada kelompok yang terlibat pada peristiwa berlangsung, tentu rentangan terbesar adalah pada personil yang memegang posisi kunci. Posisi kunci menurut M. Quraish Shihab diletakkan pada orang-orang yang memiliki kapasitas individu berdasarkan pengetahuan, kemempuan dan kesadaran. dalam konteks ini tanggung jawab menurut Robert A. Baron adalah resiko dari kerja yang dilakukan oleh tim.
http://mayyoli.blogspot.com/
Dalam sebuah organisasi, menurut Karen Huffman tanggung jawab merupakan aktifitas menjalankan program organisasi untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Lebih lanjut ia menjelaskan rentangan tanggung jawab berbeda antara anggota dan pimpinan, sesuai dengan struktur dan hirarkis organisasi tersebut. Ditegaskan oleh Huffman masing-masing anggota tim yang bekerja mempunyai tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Anggota yang menjamin berlangsungnya pekerjaan itu, menurut Wendel L. French bertanggung jawab terhadap keberhasilannya, diberikan anggaran tertentu untuk pelaksanaan dan menanggung resiko pekerjaan serta pencairan anggaran yang dipergunakan.

Dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang terdapat hubungan yang kausalitas. AGM Van Melsen menjelaskan subyek (pelaku) bertanggung jawab, dianggap sebagai penyebab salah satu akibat yang telah berlansung atau sebagai penyebab kemungkinan terjadinya suatu akibat. Hubungan kausalitas ini diemban oleh pihak yang bekerja, pengembanan inilah sebuah deskripsi inilah menurut Melsen dari tanggung jawab.
Penelitian ahli psikologi di atas pada anggota kelompok, berkaitan dengan tanggung jawab secara psikologis terdapat tiga indikator tanggung jawab. Pertama, tuntutan, yaitu sebuah perintah yang harus dijalankan. Kedua, konsekuensi, yaitu resiko yang harus dipenuhi akibat kelalaian dalam mengerjakan tugas. Dan ketiga, kerelaan, yaitu ketulusan dalam berbuat. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang selalu siap untuk menerima tugas, siap menjalankannya dan siap dengan konsekuensi dari tugas yang dijalankannya.

Sedangkan dalam sebuah kelompok yang telah terorganisasi dengan baik dan mempunyai management yang jelas, tanggung jawab diembankan kepada masing-masing anggota sesuai dengan tugas dan fungsinya. Proses tanggung jawab secara psikologis pada individual agaknya adalah : Pertama, kerelaan hati untuk melaksanakan tugas yang diembankan kepada dirinya. Kedua, melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, mengeliminir kemungkinan-kemungkinan yang bakal membuat tugasnya terhambat. Ketiga, siap mental dalam menerima kemungkinan resiko dari pelaksanaan tugas yang ia lakukan. Dan keempat, memberikan penjelasan kepada pihak tertentu tentang peleksanaan tugas yang telah diselesaikan.

Di tengah kehidupan sosial orang yang bertanggung jawab dapat dilihat dari sikap dan perilaku. Orang yang bertanggung jawab merasakan bahwa ia bagian dari masyarakat. Masyarakat adalah miliknya (sense of belonging). Dia siap memberikan sesuatu untuk masyarakat (sense of partisipation). Dia siap menanggung beban yang di derita masyarakat (sense of responsibility).

Dalam kenteks lingkungan, menurut Soedjiran Resoedarmo, manusia bertanggung jawab adalah manusia yang memiliki sikap dan kesadaran. Pada tataran sikap manurut Soedjiran terdapat di dalamnya beberapa komponen : (1) Pengetahuan (kognisi) tentang ekosistem, hubungan kausalitas manusia dan alam. Manusia bagian dari alam. (2) Perasaan (Konasi), perasaan tidak enak melakukan yang bertentangan dengan pengetahuan ekosistem yang dimiliki. (3) Kecenderungan bertindak (afeksi), keinginan untuk berbuat yang terbaik terhadap lingkungan, menjaga tindakan-tindakan yang berakibat kurang baik terhadap lingkungan. Pada tataran kesadaran menurut Soedjiran, secara konkirt terlilhat manusia dalam melakukan proyek-proyek yang memanfaatkan sumber daya alam mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan disekitarnya. Dari teori di atas penulis melihat aspek psikologis tanggung jawab pada seseorang terkait dalam sikap, dan moralitasnya. Dimensinya adalah pertama, morals responsibility (tanggung jawab moral), yaitu kesadaran moralitas (hati nurani) pada seseorang untuk melakukan tuntutan terhadap dirinya (memikul dan menanggung beban) dalam bentuk tugas dan kewajiban tertentu (menjaga dan memelihara keseimbangan dan keharmonisan lingkungan hidup) sesuai dengan kedudukan dan fungsinya sebagai bagian integral dari komponen ekosistem di tengah-tengah lingkungan hidup (lingkunan fisik danlingkungan sosial). Kedua, Akuntabilitas (konsekuensi moril dan materi), yaitu kesadaran individual dalam menerima segala konsekuensi (resiko) dari pelaksanaan tugas dan kewajiban yang telah dilakukan baik berupa dampaknya maupun kelalaian dalam melaksanakannya.
Artikel Hakikat Tanggung Jawab terdapat di My Blogging Ideas di http://mayyoli.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment

If you liked this post, please leave your comment!